Beranda » Tempat Wisata » Pura Tanah Lot, Sejarah, Mitos Ular Suci & Harga Tiket Masuk
Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot

Saatnya mengunjungi pura ikonik yang begitu terkenal di dunia berkat keunikan dan lokasinya yaitu Pura Tanah Lot. Salah satu tujuan wisata bali dan ikon fotografi paling populer, terletak di Tabanan sekitar 20 menit dari Denpasar di atas batu lepas pantai besar yang telah dibentuk terus menerus selama bertahun-tahun oleh gelombang laut.

Pura Tanah Lot adalah salah satu landmark paling penting di Bali, terkenal karena pengaturan lepas pantai yang unik dan latar belakang matahari terbenam. Kuil Hindu kuno bertengger di atas singkapan di tengah ombak yang terus menerjang; Pura Tanah Lot adalah salah satu ikon Bali yang tidak boleh dilewatkan.

Pura Tanah Lot adalah pura Hindu kuno yang didedikasikan untuk para dewa laut. Bangunan-bangunan tersebut dibangun setelah perjalanan suci tokoh agama Dang Hyang Nirartha (tirtha yatra) ke Bali pada abad ke-15 dan tidak pernah kehilangan fungsi aslinya. Sebagai hasil dari penggunaan yang berkelanjutan, Tanah Lot terpelihara dengan baik dan tetap menjadi situs yang memiliki makna religius bagi masyarakat Bali.

Arti Kata Pura Tanah Lot

Tanah Lot terdiri dari dua kata: kata Tanah diartikan memiliki rupa seperti karang gili atau pulau. Kata Lot atau Lod memiliki arti laut. Jadi Tanah Lot artinya pulau kecil yang mengapung di atas laut.

Tempat tersebut dinamakan Tanah Lot sebagai tempat yang dipandang suci, terbukti dengan adanya menhir pada masa megalitik. 

Berdasarkan kondisi lingkungan, bangunan Pura Tanah Lot dibangun di atas dataran karang yang tidak beraturan dengan sudut yang hanya terdiri dari satu halaman sederhana, seperti Jeroan.

Pura Tanah Lot berbeda dengan pura lainnya di pulau Bali dan Tanah Lot tidak memiliki pelataran karena dibangun di atas lanskap karang yang memiliki sudut tidak beraturan. 

Terdapat tempat suci berjenjang di dalam kompleks pura yang sebenarnya mengikuti elemen dasar desain Bali di mana jumlah tingkatan yang dibangun merupakan simbol dari kompleksitas keimanan.

Terdapat formasi lain di wilayah tersebut yang menunjukkan bahwa situs tersebut tidak hanya memiliki makna religius yang besar, tetapi juga nilai arkeologis. 

Kuil samudra memiliki ritual atau upacara setiap enam bulan atau 210 hari. Semua umat Hindu dari berbagai penjuru Bali akan datang pada saat itu untuk beribadah.

Sejarah Pura Tanah Lot

Sejarah Pura Tanah Lot

Dang Hyang Nirartha atau lebih dikenal dengan Pedanda Sakti Wau Pedanda , yang datang ke Pulau Bali pada abad ke-16 dari daerah Blambangan, Jawa Timur. 

Pada masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Gelgel, Bali. Kemudian dia melakukan perjalanan suci ( Dharmayatra ) dan berjalan dari barat ke daerah timur di sepanjang pantai selatan Pulau Bali.

Dalam perjalanannya, akhirnya dia menemukan pantai di daerah Tabanan (sekarang Kabupaten Tabanan), tidak jauh dari desa Baraban. 

Ia pun melihat sebuah batu berupa pulau kecil di tengah laut. Dia bermeditasi di sini dan merasakan getaran kesucian. Di atas batu tersebut ia menyarankan agar Pura Tanah Lot didirikan sebuah bangunan suci untuk menyembah Tuhan.

Mitos Ular Suci

Salah satu ciri khas Tanah Lot adalah di seberang jalan pura, terdapat sejumlah gua yang terletak di pesisir pantai di mana beberapa ular laut berwarna hitam dan putih. 

Tidak terdapat kulit melintang dibagian perutnya, hanya terdapat kulit yang kecil, namun ular air laut ini sangat berbahaya, namun kasus gigitan ular sangat jarang terjadi karena ular air laut pada umumnya sangat pasif. Ular ini sangat jinak dan tidak boleh diintimidasi karena dianggap sebagai pendahulu penjaga.

Ular Suci Di Pura Tanah Lot

Lalu ada juga kepercayaan terhadap Pura Tanah Lot, di mana juga terdapat air suci, tepat di bawah Pura. Dipercaya bahwa air suci dapat memberikan gizi bagi siapa saja yang meminumnya.

Fungsi candi ini dapat diwujudkan melalui bangunan candi induk yang berada di areal candi induk. Ada sebuah pura utama di sini untuk memuja dewa berupa Dewa Baruna, atau Bhatara Segara, kekuatan laut. 

Media pemujaan dewa ini adalah candi berlantai lima, sedangkan bangunan kelenteng tiga lantai di utara dikhususkan untuk Dang Hyang Nirartha.

Fungsi Pura Tanah Lot

Untuk memahami status Tanah Lot dimungkinkan untuk menyadari dari sejarah Pura, fungsi dan keberadaan pemuja yang masuk saat upacara pura diadakan. Dalam hal ini dapat direalisasikan sebagai berikut:

  • Pura #Tanah Lot sebagai Dang Kahyangan (Pura suci agung Bali), karena Tanah dan Penyiwi (Penanggung jawab pura) adalah penduduk lokal dari Kabupaten Tabanan dan sekitarnya.
  • Pura #Tanah Lot sebagai Pura Segara, karena berfungsi sebagai tempat suci untuk memuja Bhatara Segara, dewa perwujudan sebagai Dewa Samudera yang berkuasa.

Waktu Terbaik Mengunjungi Pura Tanah Lot

Waktu untuk mengunjungi Pura Tanah Lot paling populer di sore hari, saat matahari terbenam di cakrawala dan pura itu berbentuk siluet dengan cahaya langit yang semarak. Situs ini menarik banyak wisatawan yang datang untuk menikmati matahari terbenam sekitar pukul 18.00.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.